Tekno

AI RMF 1.0 Pedoman Kecerdasan Buatan di AS dan Kalibrasi Hukum

Pendekatan sosio-teknis diperlukan untuk mengkalibrasi unsur teknologi dan humaniora. Pendekatan regulasi dan kebijakan AI seharusnya dilakukan dengan menimbang secara kalibratif atas fakta, ekosistem dan kondisi sosial dan budaya“.

Amerika Perkongsian lewat National Institute of Standards and Technology (NIST), kebiasaan di dasar US Department of Commerce, ala 26 Januari 2023, menilik merilis Artificial Intelligence Risk Management Framework (AI RMF 1.0).

AI RMF 1.0 yaitu buku petunjuk dalam mengatur, berekspansi, mempraktikkan, ataupun memakai organisasi AI, serentak menjaga ancaman teknologi ini.

Arahan ini buat mengefektifkan fungsi teknologi AI sama memangkas prospek efek destruktif tentang jiwa, regu, masyarakat, badan, lalu bangsa.

Destinasi lainnya yaitu memupuk ajudan bangsa , biar teknologi AI masuk secara besar.

AI RMF 1.0

AI RMF 1.0 diproyeksikan bakal menjelma berprofesi punca yang diikuti secara antarbangsa. Metode pembentukannya yang membawa-bawa Negara lalu swata, terbilang getah perca aktor, perintis, bendung, pelaku, lalu firma bendung AI, membuat Framework ini berpotensi menjelma berprofesi satu Lex Informatica. Bagai hukum kelaziman antarbangsa digital yang absah global.

Dalam kondisi Cyberlaw, di domain area membran digital, hukum lalu hukum tidak semata asal ordinansi.

Penongkat teknis, komposisi gawai gembur, bangun gawai intens, lalu pengucapan aksi jempolan perusahaan, pun merayu dengan jalan apa aliran data berhal ataupun dilarang (Berkeley Law, University of California Berkeley 2021).

Maestro Cyberlaw Joel Reidenberg berbicara, ala intinya sesetel kanun aliran data yang dipaksakan karena teknologi lalu membran hubungan bakal mencitra “Lex Informatica” bak satu situasi yang mesti dipahami, disadari, lalu didorong karena pembentuk khitah (1997).

Baca :  Levi's Segera Pakai Teknologi AI untuk Foto Model

Rangka kerja yang dibuat NIST dimaksudkan buat menjaga ancaman sama bagusnya, alokasi jiwa, badan, lalu bangsa tercantol sama AI. Memikirkan yang ditetapkan yaitu “kompas”, bahwa pelaksanaannya biar menjelma berprofesi ikhlas.

Efek NIST ini menjelma berprofesi situasi berguna, lalu dapat menjelma berprofesi kompas enggak cuma di AS. Rangka kerja ini dapat menjelma berprofesi punca dalam menjalankan alasan estimasi hak buatan, perluasan, pemakaian, lalu penilaian buatan, fasilitas, lalu organisasi AI di beragam dunia terbilang Indonesia.

AS bak dunia di mana getah perca empu, aktor, wiraswasta lalu bendung lalu perintis AI berpunya, Pemerintahnya jelas berat ekonomis.

Arahan yang menilik dirilis ini, dikembangkan lewat metode persetujuan, berburai, lalu jelas. Situasi Ini dimaksudkan buat mendirikan, memadankan, lalu memanggul jalan tata laksana ancaman AI, sama pembabitan beragam paksa.

Seperti dirilis dari halaman formal NIST sama kop “Risk Management Framework Aims to Improve Trustworthiness of Artificial Intelligence (26/1/2023), Arahan AI RMF 1.0 dibagi menjelma berprofesi duet sebagian kecil.

Sebagian kecil mula-mula berbincang-bincang dengan jalan apa badan bisa bertemu ancaman yang tercantol sama AI lalu memecahkan idiosinkrasi organisasi AI yang bisa dipercaya.

Related Articles

Back to top button